This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, 15 March 2016

sistem periodik unsur

Tabel periodik unsur-unsur kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut disusun berdasarkan nomor atom (jumlah proton dalam inti atom), konfigurasi elektron, dan keberulangan sifat kimia. Tabel juga terbagi menjadi empat blok: blok -s, -p, -d, dan -f. Secara umum, dalam satu periode (baris), di sebelah kiri bersifat logam, dan di sebelah kanan bersifat non-logam.
Baris pada tabel disebut periode, sedangkan kolom disebut golongan. Enam golongan (kolom) mempunyai nama selain nomor: contoh, unsur golongan 17 adalah halogen, dan golongan 18 adalah gas mulia. Tabel periodik dapat digunakan untuk menurunkan hubungan antara sifat-sifat unsur, dan memperkirakan sifat unsur baru yang belum ditemukan atau disintesis. Tabel periodik memberikan kerangka kerja untuk melakukan analisis perilaku kimia, dan banyak digunakan dalam bidang kimia dan ilmu lainnya.
Meskipun ada para pendahulunya, tabel periodik Dmitri Mendeleev adalah yang paling dipercaya, dalam publikasinya, pada tahun 1869, sebagai tabel periodik yang pertama kali diakui secara luas. Ia mengembangkan tabelnya untuk menggambarkan tren periodik berdasarkan sifat-sifat unsur-unsur yang telah diketahui. Mendeleev juga memperkirakan beberapa sifat unsur-unsur yang belum diketahui yang akan mengisi ruang kosong dalam tabel tersebut. Sebagian besar prediksinya terbukti benar ketika unsur-unsur tersebut terungkap di kemudian hari. Tabel periodik Mendeleev telah dikembangkan dan dilengkapi dengan penemuan atau sintesis unsur-unsur baru dan pengembangan model teoritis baru untuk menjelaskan perilaku kimia.
Seluruh unsur dari nomor atom 1 (hidrogen) hingga 118 (ununoktium) telah ditemukan atau disintesis. Unsur yang belum dikonfirmasi adalah unsur dengan nomor atom 113, 115, 117, dan 118. Sembilan puluh empat unsur pertama terdapat secara alami, meskipun beberapa ditemukan dalam jumlah renik dan disintesis dalam laboratorium sebelum ditemukan di alam.[n 1] Unsur-unsur mulai nomor atom 95 hingga 118 adalah unsur sintetis yang dibuat di laboratorium. Bukti menunjukkan bahwa unsur-unsur nomor 95 s/d 100 sekali ditemukan di alam, tetapi saat ini tidak dijumpai lagi.[1] Sintesis unsur dengan nomor atom yang lebih besar masih terus dikembangkan. Sejumlahradionuklida sintetis atau unsur yang berada di alam telah diproduksi di laboratorium.
Tabel periodik standar memberikan informasi dasar mengenai suatu unsur. Ada juga cara lain untuk menampilkan unsur-unsur kimia dengan memuat keterangan lebih atau dari persepektif yang berbeda.

KIMIA

Kimia merupakan salah satu sains utama. Ahli kimia mempejari berbagai zat di dunia, dengan fokus utama pada proses perubahan satu zat ke zat lainnya. Sekarang, kimia adalah studi komposisi dan sifat unsur dan senyawa, struktur molekulnya, dan reaksi kimia yang dilaluinya. Konsep-konsep modern memiliki akar sejarah yang panjang dan akan kita telusuri sekarang.
Filsuf kuno tidak memahami kalau pada dasarnya semua materi terdiri dari kombinasi beberapa lusin unsur yang kita pahami sekarang. Pemikiran kritis paling awal mengenai sifat zat, sejauh yang kita peroleh dari sejarah, berasal dari para filsuf yunani kuno tahun 600 SM. Thales dari Miletus, Anaximander, Empedocles dan lainnya mengetengahkan teori-teori mereka bahwa dunia tersusun dari keanekaragaman benih, materi tanpa batas, air, tanah, api atau udara. Leucippus dan Democritus sebaliknya, mengetengahkan teori kalau dunia tersusun dari materi sangat kecil yang tidak dapat lagi dipecah dan materi ini mereka sebut atom. Pada abad ke-4 SM, Plato (dipengaruhi ajaran Pitagoreanisme) mengatakan kalau dunia inderawi hanyalah bayangan dari dunia matematis yang berada di luar kemampuan persepsi manusia.
Sebaliknya, siswa Plato bernama Aristoteles, melihat dunia inderawi dengan serius. Dengan mendasarkan diri pada pandangan Empedocles, kalau daerah bumi tersusun dari tanah, air, udara dan api, Aristoteles mengajarkan kalau tiap materi ini adalah kombinasi dari kualitas seperti panas, dingin, lembab dan kering. Bagi Aristoteles, “unsur-unsur” ini bukanlah balok utama materi seperti yang diajarkan sekarang, tapi diperoleh dari kualitas yang diberikan oleh materi prima. Akibatnya, ada banyak jenis tanah, misalnya, dan kita hanya bisa mengubah satu tanah menjadi lainnya dengan menyetel kualitasnya. Karenanya, Aristoteles menolak spekulasi atomik kuno dan gagasan partikel dasar. Pandangannya sangat dipercaya pada masa sesudahnya hingga Abad Pertengahan.
Selama ribuan tahun sebelum Aristoteles, para pandai besi, pembuat keramik, dan pembuat benang telah mengembangkan keahlian mereka dengan pengetahuan empiris langsung mengenai proses kimia. Di masa Yunani dan Romawi Kuno, keahlian mereka sudah cukup maju, dan keramik, gelas, pewarna, obat, baja, perunggu, kuningan, campuran emas perak, bahan makanan dan banyak produk kimia lainnya menjadi barang perdagangan. Aleksandria yang bernafaskan Yunani di Mesir menjadi pusat seni kerajinan ini dan dari sanalah muncul gagasan ilmu kimia yang disebut alkimia.
Di India, gagasan teori atom juga muncul. Menurut Durant, dua sistem pemikiran Hindu memiliki kesamaan dengan yang muncul di Yunani. Kanada, pendiri filsafat Vaisheshika, mengatakan kalau dunia terdiri dari atom yang jenisnya sama banyaknya dengan jenis unsur yang ada. Para penganut Jain lebih dekat dengan gagasan Democritus dengan mengatakan kalau semua atom adalah sama. Mereka menghasilkan efek yang berbeda tergantung kombinasinya. Kanada percaya kalau cahaya dan panas adalah keragaman zat yang sama; Udayana mengajarkan kalau semua panas berasal dari matahari; dan Vachaspati, seperti halnya Newton, menafsirkan cahaya sebagai zat yang tersusun dari partikel-partikel kecil yang dipancarkan oleh zat dan mengenai mata.
Referensi
http://www.faktailmiah.com/2010/07/22/sejarah-kimia-di-zaman-kuno.html